Tim Pengabdian Universitas Udayana Membentuk TIMPAL Desa Giri Emas Untuk Mencegah Kasus Baru HIV

27 Juli 2026 12:06:11 WITA

Tim Pengabdian Universitas Udayana Membentuk TIMPAL Desa Giri Emas Untuk Mencegah Kasus Baru HIV dan AIDS di Buleleng

giriemas-buleleng.desa.id Pada hari Sabtu, 18 Juli 2026 s/d hari Minggu 19 Juli 2026 pada pukul 08.30 wita - 17.30 wita telah dilaksanakan kegiatan " Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Udayana menyelenggarakan Pelatihan Tim Inisiator Muda Pendidik Antar-Lingkar (TIMPAL) atau pendidik sebaya (peer educator) " kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Perbekel Giri Emas, kegiatan tersebut dihadiri oleh Perbekel Giri Emas, PIC Metimpal, Pemateri Metimpal, Karang Taruna Sekar Bhakti Desa Giri Emas dan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Udayana menyelenggarakan Pelatihan Tim Inisiator Muda Pendidik Antar-Lingkar (TIMPAL) atau pendidik sebaya (peer educator) pada 18-19 Juli 2026 di Kantor Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Pengabdian ini merupakan implementasi hibah Pengabdian Kemitraan Masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia dengan tujuan membentuk TIMPAL dalam meningkatkan literasi HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi bagi remaja melalui pembekalan materi, workshop, simulasi edukasi sebaya melalui aplikasi METIMPAL (Membangun Edukasi Tim Inisiator Muda Pendidik Antar-Lingkar), serta pelatihan pembuatan konten digital berupa video edukasi dan podcast.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh pembekalan melalui tiga materi utama pada hari pertama. Materi pertama mengenai pengetahuan dasar HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi remaja disampaikan oleh Ns. Nyoman Agus Jagat Raya, S.Kep., MNS yang juga selaku Ketua Tim Pengabdian, yang membahas cara penularan HIV, upaya pencegahan, pentingnya deteksi dini, serta upaya menghilangkan stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV). Materi kedua disampaikan oleh Indah Desira, anggota tim sekaligus Psikolog Universitas Udayana, mengenai pentingnya menjadi pendidik sebaya yang efektif melalui komunikasi interpersonal yang baik, kemampuan membangun kepercayaan, serta kesiapan psikologis dalam memberikan edukasi kepada teman sebaya. Sesi ini dilanjutkan dengan workshop yang melatih peserta dalam menghadapi berbagai situasi yang mungkin ditemui saat memberikan edukasi di masyarakat. Pada sesi terakhir, tim mendatangkan Youth Center dari Kita Sayang Remaja (KISARA) PKBI Bali untuk sharing session masalah dan fenomena remaja serta sikap remaja yang bisa membuat keputusan atas hak kesehatan seksual dan reproduksi yang bertanggung jawab.

Hari kedua kegiatan difokuskan pada penguatan keterampilan 15 TIMPAL melalui praktik pembuatan video edukasi dan podcast sebagai media promosi kesehatan. Peserta kemudian melakukan simulasi penyampaian edukasi sebagai pendidik sebaya sebelum nantinya diterapkan di lingkungan masyarakat. TIMPAL sangat antusias mengikuti setiap sesi yang diberikan dan selanjutnya TIMPAL akan mencari kasus remaja yang bermasalah dan dilakukan pendampingan dan menemani curhat dari masalah remaja, kemudian TIMPAL akan menulisnya dalam logbook yang akan dievaluasi oleh tim pengabdian. Seluruh TIMPAL mengikuti rangkaian pelatihan dari awal hingga akhir dengan semangat.

Perbekel Desa Giri Emas, I Wayan Saputra, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas generasi muda.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Udayana atas pelaksanaan kegiatan yang bermanfaat bagi remaja desa kami. Kami berharap 15 TIMPAL yang telah mengikuti pelatihan ini dapat menjadi pendidik sebaya yang mampu menyampaikan informasi kesehatan seksual dan reproduksi yang benar kepada teman-temannya, apalagi ada alat podcast juga, sehingga keberlanjutan kegiatan ini dapat dirasakan lebih luas oleh remaja di Desa Giri Emas,” ujar I Wayan Saputra 

Ketua Tim Pengabdian Universitas Udayana, Ns.Jagat, menyampaikan bahwa pendekatan pendidik sebaya dipilih karena remaja cenderung lebih nyaman berdiskusi dengan teman sebayanya. Oleh karena itu, peserta tidak hanya dibekali materi, tetapi juga keterampilan komunikasi dan pemanfaatan media digital agar mampu menjadi agen perubahan di desa. Melalui pelatihan ini, Tim Pengabdian berharap keberlanjutan program METIMPAL melalui struktur organisasi yang telah terbentuk, sehingga semakin banyak remaja memperoleh informasi yang benar mengenai HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi.

Pelatihan TIMPAL merupakan kegiatan tahapan ketiga yang nantinya akan dilanjutkan dengan tahapan keempat melalui penampilan sosio-drama dengan kearifan lokal “bondres” oleh TIMPAL untuk mengedukasi tentang HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi kepada masyarakat Desa Giri Emas pada 1 Agustus 2026 mendatang. Selain itu, kegiatan tahapan keempat juga sekaligus memperkenalkan 15 TIMPAL dari Karang Taruna Giri Emas kepada masyarakat. Keberlanjutan program METIMPAL akan dilanjutkan oleh TIMPAL Desa Giri Emas sebagai komunitas desa dalam pendampingan remaja dengan layanan yang ramah remaja dan terpercaya dengan media aplikasi METIMPAL. 

Kegiatan berjalan lancar dan tertib.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Media Sosial

FacebookTwitterYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Lokasi Giri Emas

tampilkan dalam peta lebih besar