SEJARAH BERDIRINYA DESA GUNUNG SEKAR TAHUN 1347 MASEHI YANG SEKARANG BERNAMA DESA GIRI EMAS

Pande Sujana Operator SID Pemdes Giri Emas 09 September 2019 09:42:58 WITA

SEJARAH BERDIRINYA DESA GUNUNG SEKAR TAHUN 1347 MASEHI YANG SEKARANG BERNAMA DESA GIRI EMAS

Kutipan yang dipaparkan oleh Praktisi Sejarah dan Budaya Ir. I Ketut Dharmaya, S.H di Gedung Serba guna Desa Giri Emas , Sabtu 7 September 2019. Tentang sejarah berdirinya Desa Gunung Sekar, Desa Adat Beji, Sora Lepang dan Tegal Menasa
Dalam pemaparan tersebut dijelaskan juga asal mula Desa Gunung Sekar (sekarang Desa Giri Emas) Goa Raksasa, Pura Pancoran Emas, Pura Gaduh dan Pura Pasek.

Ambisi kerajaan Majapahit untuk menguasai Bali tidaklah mudah, karena kuatnya prinsip Raja Bali yang tidak mau menjadi raja bawahan dan berkeinginan menjadi raja berdaulat penuh di Bali.
Sejak tahun 1320, Majapahit melakukan serangan serangan sporadis ke wilayah Bali seperti daerah Teluk Terima, Patas, Manasa, Bulihan.

Tahun 1324 Majapahit mengadu domba Raja Bali Sri Taruna Jaya dengan Mahapatih Sang Kala Ngit, terbunuhnya Sri Taruna Jaya di Teluk Terima (yang sekarang disebut JAYA PRANA), majapahit gagal menguasai Bali, karena di Majapahit sedang terjadi pemberontakan yg dipimpin oleh RaTanca.

Berkat dukungan 8 wangsa sora di Bali, Ki Giri Wulung berhasil dinobatkan jadi Raja Bali dengan gelar Sri Tapo Ulung Asta Sora Ratna Bumi Banten.
Dengan sistem pertahanan Birawa Kala Cakra, Majapahit sangat sulit menguasai Bali.

Setelah Bali ditaklukkan oleh Majapahit tahun 1343, situasi keamana di Bali tidak kondusif, banyak rakyat Bali yang menentang kekuasaan Majapahit seperti : Pembrontakan Ki Tokawa di Ularan tahun 1345, dan Pembrontakan Ki Mas Mahambika di Bulihan tahun 1346.

Menurut raja Purana menyebutkan bahwa, 39 desa tradisional yang memberontak terhadap kekuasaan Majapahit, untuk mengamankan wilayah Bali, maka Raja Majapahit memerintahkan kepada para arya majapahit agar:

  1. Daerah daerah yg menentang kekuasaan Majapahit agar dipecah menjadi Desa Desa kecil baru yang disebut KERAMAN BABAKAN ANYAR.
  2. Wilayah wilayah yang mendukung kekuasaan Majapahit agar digabung yg disebut KERAMAN SUBAKAN ANYAR.
  3. Setiap Tunggalan yg mendukung kekuasaan Majapahit, agar membangun PELINGGIH MAOSPAHIT berupa pelinggih Menjangan Saluwang.
  4. Akan segera diangkat seorang Raja Patih di Bali. Tetapi hingga Arya Gelang Gelang (Arya Gelgel), berhasil menobatkan diri menjadi raja bali, kerajaan majapahit baru mengangkat Arya Yasan (Arya Pajang) sebagai Raja Patih dengan gelar Sri Kresna Kepakisan.

Untuk menjaga keselamatan diri, banyak masyarakat yg membangun Pelinggih Maospahit, walaupun tidak mendukung kekuasaan Majapahit.
Sementara itu Wilayah Manasa yang menentang kekuasaan Majapahit di Bali dipecah menjadi Desa desa pekraman Kecil seperti :

(1) Pekraman Taman Beji di jadikan Desa Babakan Taman Beji.
(2) PekramanTegal Manasa menjadi Desa Babakan Tegal Manasa.
(3) Pekraman Sora Lepang menjadi Desa Babakan Sora Lepang.
(4) Pekraman Tegal Manasa menjadi Desa Babakan Tegal Manasa.
Dan desa desa kecil lainnya seperti: sawan, bungkulan, jagaraga.

Sebagai syarat sebuah wilayah disebut Desa Babakan Anyar (Desa Pemekaran Baru), harus memiliki kuburan dengan pemujaannya disebut Pura Dalem.
Kemudian dibangun Pura Dalem dibeberapa desa baru seperti:
(1) Pura Dalem Babakan Beji, yg sekarang disebut PURA DALEM KELOD.
(2) Pura Dalem Babakan Sora Lepang yg sekarang disebut PURA DALEM KAJA.
(3) Pura Dalem Babakan Tegal Lebah, sekarang disebut PURA DALEM MANDOR
(4) Pura Dalem Babakan Gunung Sekar disebut PURA DALEM SANGSIT DANGIN YEH.

Jadi Desa Adat Beji, Desa Adat Sora Lepang, Desa adat Tegal Manasa, Desa Adat Gunung Sekar terbentuk sekitar tahun 1347 Masehi, Sedangkan Pura Dalem Manasa yang lama disebut PURA DALEM MURWA (Sekarang disebut Pura Segara Sangsit)
Setelah keempat desa ini disatukan menjadi Satu Desa Adat Sangsit tahun 1677 Masehi, Keempat pura ini dirubah statusnya menjadi PURA SUBAK, namun demikian setiap piodalan di PURA DESA SANGSIT, tetap nuwur tirta di keempat pura tersebut. Tetapi karena Desa Gunung Sekar membentuk Adat tersendiri, maka Nuur Tirta hanya dilakukan di Ketiga Pura saja yaitu Tegal Lebah, Sora Lepang dan Taman Beji.

Inilah beberapa kutipan pemaparan terbentuknya Desa Gunung Sekar ( sekarang Desa Giri Emas) dan Acara ini langsung dibuka oleh Perbekel Desa Giri Emas Wayan Sunarsa dan dihadiri oleh Ketua dan Anggota LPM, Ketua dan Anggota BPD, Ketua dan Anggota Pokdarwis, Perangkat Desa, dan Warga Masyarakat Desa Giri Emas

 

 

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Media Sosial

FacebookTwitterYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Lokasi Giri Emas

tampilkan dalam peta lebih besar